Berita Gelombang Pertama Prajab CPNS 2018 Boyolali Jalani Diklat



Posted on: 02 Apr 2019 Oleh Web Admin

KARANGANYAR – Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2018 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali mulai mengikuti Pendidikan dan Latihan (Diklat) Prajabatan. Diklat CPNS tersebut dilaksanakan di Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah di Kecamatan Gondangrejo; Kabupaten Karanganyar dengan diikuti oleh 452 peserta yang terbagi dalam 12 angkatan dalam enam gelombang.

Dijelaskan Kepala Bidang Diklat dan ESDM Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Kabupaten Boyolali, Agrar Mahadi saat ditemui di lokasi diklat pada Senin (1/4) saat ada kunjungan dari Sekretaris Daerah Kabupaten Boyolali mengatakan bahwa setiap gelombang terdiri dari dua angkatan. Seperti gelombang pertama yang diikuti oleh angkatan 1 dan 2 yang berasal dari tenaga kesehatan dan tenaga teknis.

“Setiap gelombang ada dua angkatan. Kebetulan gelombang pertama ini khusus untuk golongan II. Angkatan 1 dan 2 yakni golongan II. Angkatan 1 ada 42 peserta, angkatan 2 ada 44 peserta. Jadi total 86 peserta rata rata pegawai kesehatan dan tenaga teknis,” jelasnya.

Para peserta akan mengikuti materi yang cukup padat setiap harinya yang dimulai dari pukul 07.30 hingga 17.45 yang diawali dengan ibadah bersama dan senam bersama. Mereka mendapatkan materi pembelajaran selama 51 hari dengan pola in class (dalam ruangan) dalam dua tahap dan pola habituasi.

Disinggung mengenai tenaga pengajar terdiri dari widyaiswara dan pejabat struktural pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, pejabat Pemkab Boyolali, Kodim 0724/Boyolali.

Salah satu widyaiswara dari BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Kristiana Widiawati memberikan materi Whole of Government (WOG) dengan tujuan untuk mengetahui dan belajar menjadi PNS yang profesional dengan tetap memegang nilai-nilai dasar seorang PNS.

“Mereka tahu fungsi, kedudukan dan peran bahwa mereka merupakan pelayan publik, kemudian sebagai pelaksana kebijakan publik dan yang terakhir perekat dan pemersatu NKRI, sehingga disana diharapkan dengan adanya materi WOG yang sebenarnya simpel, menitikberatkan di kerjasama kemudian dikoordinasi,” terangnya.

Menurutnya, pembangunan tidak akan bisa mencapai tujuan apabila masing-masing sektor itu masih ego sektoral, sehingga peserta dituntut untuk bisa mencapai tujuan pembangunan dengan kerjasama dan koordinasi dengan pihak lain. Baik itu dari sisi pemerintah, masyarakat maupun lembaga pihak swasta.

“Harapannya dengan kehadiran mereka, dari sisi pelayanan juga akan lebih baik, dengan menyesuai dengan kondisi jaman yang ada, karena jaman ini semakin berkembang, makanya mereka ini PNS milenial,” ungkapnya.

Untuk mencapai tujuan PNS milenial tersebut, pihaknya melakukan metode pembelajaran brainstorming, berdiskusi, dan bermain. Dengan cara tersebut, materi pembelajaran bisa lebih diterima sehingga mampu menciptakan inovasi, membuka pengetahuan, membuka wawasan agar dapat melakukan pelayanan yang baik ke depan. (Tim Liputan Dikominfo Kabupaten Boyolali)

Berita

Pengumuman

Link SKPD

instagram takipçi

instagram takipçi beğeni işlemleri

instagram takipçi işlemlerinizi kolay ve güvenilir şekilde sürdürmek istiyorsanız eğer size tavsiyemiz mutlaka bu siteyi kullanınız angel shell