Berita Lagi, Bupati Boyolali Bicara di Kepala OPD se-Jawa Barat



Posted on: 01 Feb 2019 Oleh Web Admin

PANGANDARAN – Untuk kali kedua setelah 2018 lalu Bupati Boyolali, Seno Samodro kembali dipercaya sebagai narasumber dalam acara yang diselenggarakan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat. Kesempatan di awal tahun 2019 ini, karena dianggap mampu menerapkan kebijakan pro investasi yang mendukung peningkatan realisasi penanaman modal di Kabupaten Boyolali yang menerapkan layanan terpadu satu pintu. Bupati Seno didaulat menjadi narasumber dalam acara capacity building West Java Incorporated (WJI) 2019 yang diselenggarakan di Hotel Arnawa Pangandaran pada Rabu-Jumat (30/1-1/2). Acara yang dihadiri perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten/Kota di Jawa Barat tersebut mengambil topik Pemerataan Pembangunan dan Investasi Melalui Pendalaman Potensi Daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Doni P Joewono mengatakan keberhasilan Boyolali dalam program pro investasi diharapkan memberikan pemahaman kepada pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

“Memberikan pemahaman kepada Pemerintah Daerah Jawa Barat tingkat kota/kabupaten terkait kriteria dan skema kerjasama proyek investasi yang dapat ditawarkan kepada investor dengan memperhatikan karakteristik masing-masing negara dan/atau investor serta dengan mengedepankan keunggulan lokal wilayah,” terang Doni.

Salah satu kuncinya masih menurut Doni yakni peran komitmen kepala daerah dalam menerapkan iklim investasi di daerahnya.

“Pentingnya komitmen kepala daerah untuk menetapkan kebijakan pro investasi. Kemudian mengetahui potensi ekonomi dan investasi di wilayah masing-masing,” imbuh Doni.

Sementara Bupati Seno berkesempatan menyampaikan beberapa kiat yang menjadikan Boyolali saat ini sebagai daerah investasi yang mencapai rata-rata Rp 1,1 triliun per tahun. Disampaikan bahwa pembangunan di Boyolali tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan belanja Daerah (APBD). Boyolali menerapkan konsep "business friendly" dengan menata iklim investasi yang kondusif, penataan regulasi dan konsep pelayanan "one stop service".

“Semua pihak dimotivasi untuk kreatif atau ciptakan iklim agar inovasi dan membuat efisien pasti akan membuat nyaman. Penyederhanaan perijinan dan yang membayar hanya Ijin Mendirikan Bangunan (IMB),” terang Bupati Seno.

Penyederhanan regulasi di Boyolali tersebut dengan memangkas perijinan dari 33 syarat menjadi tiga. Hal tersebut diyakini Seno sebagai salah satu alasan investor tertarik berinvestasi di Kota Susu. Pelayanan yang ramah investasi dan terpadu satu pintu serta peran aktif Bupati dan OPD untuk mencari berbagi peluang investasi.

Hal lain yang diapresiasi para audiens yakni penerapan transaksi non cash transaction (NCT) yang menetapkan seluruh transaksi APBD dilakukan secara elektronik atau non tunai.

Selain Bupati Boyolali turut hadir Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata serta tiga narasumber lain. Adalah Direktur Fasilitasi Promosi Daerah Badan Koordinasi Penanaman Modal, Andi Bardiansyah. Sementara yang lain Dewan Eksekutif Tim Akselerasi Pembangunan Jawa Barat, Ridwansyah Yusuf dan Country Representative of Indonesia, Asian Philanthrophy Network; Dini Indrawati Septiani. (mjk/dst)

Berita

Pengumuman

Link SKPD