Berita Masyarakat Diminta Lapor Jika Temukan Daging Kurban Tak Sehat



Posted on: 24 Aug 2018 Oleh Web Admin

BOYOLALI – Dalam perayaan Hari Raya Idul Adha ini, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) berusaha maksimal dengan mengawasi secara ketat sapi dan kambing yang dijadikan kurban sudah diawasi dengan ketat. Pemantauan dilakukan baik saat masih di kandang dan saat hendak dijual. Selain itu, hewan yang sudah disembelih juga tak luput dari pengecekan petugas. Pihaknya ingin memastikan bahwa hewan yang akan dikonsumsi masyarakat itu tak bermasalah meski terdapat laporan dari kurban ada hati yang terkena cacing hati dan beberapa kasus seperti tidak memwnuhi unsur kesehatan.

"Dari laporan teman-teman di lapangan belum ada laporan sapi kurban yang tidak layak konsumsi. Hanya saja sejumlah desa yang melaporkan atau hanya menemukan sapi terjangkit cacing hati dan hati tersebut langsung diamankan," ungkap Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnakkan, Afiany Rifdania, Rabu (22/8).

Meski layak dikonsumsi, Dia menyarankan hati yang terdapat cacing hatinya untuk dibuang. Sehingga cacing tersebut tak dapat masuk ke dalam tubuh manusia. 

“Bisa dikonsumsi dengan cara direbus dengan selam satu jam, akan tetapi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan kami minta untuk dibuang saja,” ujarnya.

Penyebab penyakit cacing hati ini menurut Afi disebabkan karena salah satu faktornya berasal dari makanan, seperti rumput yang masih muda. Selain itu, cuaca kemarau basah ini juga sangat berpengaruh berkembangnya cacing hati. Biasanya cacing hati berada di akar rumput yang tumbuh dekat dengan areal persawahan.

“Cuaca basah sangat berpengaruh perkembangan biakan cacing hati, sebaiknya pakan hijau dicuci dulu sebelum diberikan ke ternak,” kata Afi.

Selain cacing hati, petugas juga menemukan penyembelihan hewan kurban yang tidak memenuhi unsur kesehatan. Seperti misalnya, hewan kurban yang disembelih dan dikuliti tidak diberi alas, sehingga langsung diatas tanah. Selain itu, saat pemotongan daging, mestinya kaki warga tidak menyentuh plastik tempat pemotongan.

“Proses pemotongan masih kurang hiegienis,” kata Afi.

Untuk memaksimalkan dalam pemantauan kelayakan sapi kurban, lanjut dia, dinas peternakan setempat juga melibatkan ratusan penyembelih di desa-desa agar turut melaporkan jika ada sapi kurban yang dicurigai tidak sehat atau sakit.

"Para penyembelih sebelumnya kita rangkul dan diberi pelatihan dan mereka terus melaporkan jika sapi kurban yang dicurigai terjangkit virus maupun cacing hati kepada mantri di masing-masing kecamatan," tandasnya. (Tim Liputan Diskominfo Boyolali)

Berita

Pengumuman

Link SKPD

instagram takipçi

instagram takipçi beğeni işlemleri

instagram takipçi işlemlerinizi kolay ve güvenilir şekilde sürdürmek istiyorsanız eğer size tavsiyemiz mutlaka bu siteyi kullanınız angel shell