Berita Memaknai Idul Adha akan Pentingnya Keluarga dalam Membangun Peradaban



Posted on: 22 Aug 2018 Oleh Web Admin

BOYOLALI – Takbir menggema dan berkumandang memecah langit Boyolali sejak Selasa (21/8) bakda salat Magrib. Seruan tersebut sebagai tanda datangnya Hari Raya Idul Adha 1439 H yang terus berkumandang hingga pagi menjelang pelaksanaan salat Idul Adha. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali secara resmi menggelar salat Ied yang dipusatkan di Masjid Ageng Kompleks Perkantoran Terpadu Pemkab Boyolali yang diikuti ratusan umat muslim pada Rabu (22/8). Bertindak sebagai imam Daroji dari takmir Masjid setempat, sementara khatib oleh Asikin.

Hadir dari jajaran Forkopimda Kabupaten Boyolali termasuk Wakil Bupati Boyolali, M. Said Hidayat yang memberikan sambutan. Disampaikan Wabup Said bahwa momen Idul Adha merupakan kisah sejarah dalam kehidupan manusia terutama bagi umat Islam.

“Idul Adha menjadi hari yang bersejarah bagi umat manusia yang diletakannya dasar-dasar fundamental dalam beribadah terutama ibadah haji dan pelaksanaan kurban hingga kini menjadi tuntunan umat Muslim di seluruh dunia,” terang Wabup Said.

Pada kesempatan yang sama Wabup berharap, umat Islam Boyolali yang menjalankan ibadah Haji dalam kondisi sehat dan bisa kembali ke Tanah Air dalam predikat haji yang mabrur.

“Khususnya bagi saudara kita dalam menajalankan ibadah haji kita berdoa semua nantinya semua jamaah kembali ke negeri yang kita cintai ini khususnya jamaah dari Boyolali dapat kembali dalam keadaan sehat dan menjadi haji yang mabrur,” imbuhnya.

Sementara dalam khutbah disampaikan bahwa Idul Adha merupakan kisah keluarga mulai dalam peradaban manusia. Melalui kisah Nabi Ibrahim, Allah ingin menunjukkan kepada kita betapa pentingnya posisi keluarga dalam membangun sebuah peradaban yang besar.

“Dikisahkan anak Nabi Ibrahim yakni Ismail merupakan sosok anak teladan sepanjang jaman yang kemudian diangkat menjadi Nabi oleh Allah SWT. Kemudian melalui keturunan Nabi Ismail kemudian lahir sosok nabi dan rasul paling mulai sepanjang sejarah kehidupan manusia yakni Nabi Muhammad SAW,” jelas Asikin.

Kemudian disampaikan bahwa jika pentingnya keluarga dengan salah satu unsur dalam yakni keberadaan anak. Untuk menjadikan anak agar soleh, orang tua juga harus mampu memberikan teladan seperti apa yang dilakukan Nabi Ibrahim kepada Nabi Ismail.

“Kita dapat belajar dari ayahanda para nabi dan rasul, Nabi Ibrahim belajar betapa pentingnya nilai keluarga diri kita. Betapa pentingnya nilai seorang anak di dunia dan akhirat. Pelajaran pertama dari kisah bahwa untuk mendapatkan anak yang soleh orang tua terlebih dahulu menjadi yang soleh. Menjadi orang tua harus memberi teladan,” tegasnya.

Untuk itu sebagai orang tua tidak sekedar memberi makan dan mencukupi kebutuhan anak. Kasih sayang tidak harus ditunjukkan dalam pemenuhan segala keinginan anak. Terlebih ada keyakinan bahwa dengan pemberian fasilitas bagi buah hati untuk mengangkat gengsi orang tua.

Usai pelaksanaan Salat Ied, tiga ekor sapi disembelih di lingkungan masjid. Daging tersebut akan diberikan kepada masyarakat sekitar Masjid Ageng yang akan diberikan kepada warga masyarakat di Kelurahan Kemiri dan Mojosongo; Kecamatan Mojosongo dan Kelurahan Siswodipuran; Kecamatan Boyolali serta warga di Desa Pusporenggo dan Karangkendal; Kecamatan Musuk. (mjk/dst)

Berita

Pengumuman

Link SKPD

instagram takipçi

instagram takipçi beğeni işlemleri

instagram takipçi işlemlerinizi kolay ve güvenilir şekilde sürdürmek istiyorsanız eğer size tavsiyemiz mutlaka bu siteyi kullanınız angel shell