Berita Catatan Perjalanan Duta Seni Boyolali 2018 ke Negara Skandinavia : (2) Pengalaman Pertama Naik Pesawat Terbang



Posted on: 27 Jul 2018 Oleh Web Admin

DUBAI – Tujuan pelaksanaan program Duta Seni dan Misi Kebudayaan Pelajar Boyolali merupakan negara manca. Seperti halnya kunjungan program di tahun keenam ini yang mengunjungi Swedia, Norwegia dan Denmark. Perjalanan ke negara tersebut menggunakan moda transportasi pesawat terbang. Diawali dari Bandara Adi Sumarmo pada Rabu (25/7) siang menuju Bandara Soekarno Hatta. Dari bandara di Kota Tangerang; Provinsi Banten ini dilanjutkan menuju Dubai; Uni Emirat Arab kemudian diteruskan ke Stockholm; Swedia.

Perjalanan udara ini menjadikan pengalaman baru bagi sebagian besar pelajar Duta Seni ini sebagai penerbangan perdana mereka. Tak tanggung-tanggung pengalaman penerbangan perdana mereka langsung menempuh rute panjang. Setelah dari Bandara Adi Sumarmo menuju Bandara Soekarno Hatta selama lebih kurang 1 jam. Setelah mendarat masih harus mengurusi bagasi berupa koper peralatan pribadi dan properti pertunjukan yang sangat banyak. Koper masih harus dibawa ke terminal keberangkatan internasional hingga sekitar pukul 18.00 WIB. Berjalan dan kadang mengangkat koper benar-benar membuat berkeringat. 

Meski rombongan juga memanfaatkan kereta bandara sebagai akses transportasi antar terminal di bandara. Fisik prima memang harus dimiliki para pelajar. Gemblengan dalam latihan sangat bermanfaat dalam menjalani aktivitas perjalanan ini.

Perjalanan selanjutnya menuju Dubai dengan pesawat Emirates yang dijadwalkan terbang pada Kamis (26/7) pukul 00.40 WIB. Proses check in sejak pukul 21.00 WIB memakan waktu hingga dua jam yang dilanjutkan pengecekan imigrasi. Diteruskan masuk di ruang tunggu yang ternyata sudah dijejali penumpang yang hampir memenuhi ruangan.

Ketepatan waktu menjadi hal pokok bagi salah satu maskapai hebat di dunia ini. Dengan pesawat Emirates akan menempuh jarak perjalanan sejauh 6.552 km. Dalam waktu perkiraan tempuh 7 jam 34 menit sampai di Dubai.

Menggunakan pesawat berbadan lebar dan teknologi canggih dimanfaatkan 18 pelajar Boyolali ini. Fasilitas hiburan, hidangan di pesawat dimanfaatkan untuk mengusir kebosanan. Meski banyak pula yang menggunakannya untuk beristirahat dengan tidur. Penerbangan internasional dengan penumpang berbagai jenis ras dan kewarganegaraan menjadikan segala petunjuk menggunakan bahasa Inggris. Hal ini juga mengasah kemampuan bahasa Inggris para pelajar Duta Seni.

Jam 05.30 waktu Bandara Internasional Dubai atau pukul 08.30 WIB, pesawat Boeing 777-300 ini mendarat dengan mulus. Perjalanan tim dari Kota Susu ini diteruskan ke Kota Stockholm; Swedia. Rombongan harus transit terlebih dahulu selama lebih kurang sembilan jam untuk menuju salah satu bandara di Swedia yang berkode ARN ini.

Adalah Rizqi Aditiya Pratama, pelajar dari SMAN 1 Wonosegoro ini merasa bahagia bisa menikmati pesawat terbang. Pelajar yang beralamat di Desa Repaking; Kecamatan Wonosegoro ini semula ada perasaan takut. Namun pengalaman luar biasa ini bisa Ia jalani dan dinikmati sebab ada misi hebat yang akan dijalani bersama teman-temannya.

"Ini baru pertama kali naik pesawat. Ada rasa senang tapi juga takut karena belum pernah," terang anak tunggal pasangan Mulyadi dan Siswati ini. (mjk)

Berita

Pengumuman

Link SKPD

instagram takipçi

instagram takipçi beğeni işlemleri

instagram takipçi işlemlerinizi kolay ve güvenilir şekilde sürdürmek istiyorsanız eğer size tavsiyemiz mutlaka bu siteyi kullanınız