Berita Kendalikan Inflasi, Ulama Boyolali Dirangkul BI



Posted on: 07 Jun 2018 Oleh Web Admin

BOYOLALI- Bank Indonesia (BI) Solo merangkul ulama-ulama di Boyolali untuk mengendalikan inflasi. Hal yang sama berlaku pada ulama-ulama secara umum se Soloraya.

Kepala Kantor Perwakilan BI Solo, Bandoe Widiarto mengungkapkan, BI berupaya merangkul para ulama termasuk dari Boyolali, serta ulama dari eks Karesidenan Surakarta melalui Kementerian Agama Kantor Wilayah se Soloraya, MUI, Muhammadiyah, NU, Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) se-Soloraya, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), dan beberapa Pondok Pesantren untuk mengendalikan inflasi.

"Hal ini dilakukan dalam rangka tindak lanjut atas hasil rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Soloraya tanggal 30 April 2018. Langkah selanjutnya kami mengadakan kegiatan ngobrol bersama para ulama se Soloraya termasuk Boyolali  dengan tema " Ulama Peduli Inflasi". Acara ini diadakan bertujuan untuk melakukan evaluasi pelaksanaan himbauan belanja dalam dakwah yang sudah disampaikan oleh masing-masing bupati/walikota," paparnya, Kamis (7/6).

Dikatakan Bandoe, hal itu sesuai dengan salah satu arahan presiden dalam menghadapi puasa dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Tahun 2018, yaitu melakukan moral suassion dalam rangka membentuk ekspektasi masyarakat atas harga bahan pangan pokok. Salah satunya melalui himbauan untuk melakukan konsumsi secara wajar dan belanja bijak.

"Kami memandang peran ulama yang menjadi sosok teladan masyarakat, dapat memberikan pemahaman dan mengajak masyarakat untuk dapat mengendalikan hawa nafsu, termasuk mencegah bersikap konsumtif jelang meningkatnya daya beli selama Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Hal ini sebagaimana tren peningkatan konsumsi selama momen tersebut yang mendorong kenaikan harga barang dan jasa (inflasi)," tukas Bandoe. (awa)

Berita

Pengumuman

Link SKPD