Berita Merapi Kembali Menggeliat, Warga Terus Tingkatkan Kewaspadaan



Posted on: 24 May 2018 Oleh Web Admin

BOYOLALI- Warga Boyolali khususnya sekitar lereng Gunung Merapi terus meningkatkan kewaspadaan. Hal itu dilakukan terkait dengan aktivitas Gunung Merapi yang masih menunjukkan keaktifannya sampai Rabu (23/5).

Berdasarkan rilis BPPTKG Yogyakarta per Rabu (23/5) yang terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas Merapi setelah dinaikannya tingkat aktivitas dari normal (Level I) ke waspada(Level II), diperoleh hasil bahwa pada tanggal 23 Mei 2018 dari pukul 00.00 s.d pukul 18.00 WIB mencatat terjadinya dua kali letusan. Letusan pertama terjadi pada pukul 03.31 WIB. Berdasarkan rekaman seismik dari Pos Pengamatan Gunung Merapi di Jrakah dan Kaliurang letusan tersebut memiliki durasi kejadian 4 menit dan amplitude maksimum 55 mm. Secara visual terlihat tinggi kolom letusan 2000 m mengarah ke Barat Daya.

Kemudian letusan kedua terjadi pada pukul 13.49 WIB. Rekaman seismik mencatat amplitude maksimum letusan 70 mm dengan durasi 2 menit. Suara gemuruh terdengar dari Pos PGM Babadan namun demikian kolom letusan tidak teramati dari semua Pos PGM karena adanya kabut sepanjang hari yang menghalangi pantauan visual. Dampak dari letusan ini dilaporkan adanya hujan abu tipis pada pukul 14.45 WIB di seputaran Pos PGM di Ngepos, Srumbung, Magelang.

Camat Musuk, Dwi Sundarto mengakui terus memberikan imbauan kepada warga desa sekitar merapi yang masuk Kecamatan Musuk untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Sampai hari ini (Rabu-red) masih aman terkendali dan belum ada hujan abu yang mengarah ke Musuk. Infonya hujan abu yang terjadi mengarah ke Barat Daya. Semoga terus aman terkendali," paparnya.

Salah satu staf TU di SMPN 1 Selo, Yekti menambahkan, aktivitas pembelajaran di sekolah masih berjalan seperti biasa. Namun tindakan antisipasi siap dilakukan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi terkait dengan erupsi Gunung Merapi.

"Sejak terjadi erupsi freatik, anak-anak dipulangkan lebih awal. Sudah tiga kali dipulangkan lebih awal saat erupsi freatik terjadi yaitu pulang sekitar pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi dan demi keamanan anak-anak," ujarnya.

Hal senada diceritakan Suprapti, salah satu warga Desa Sukabumi, Kecamatan Cepogo. Meskipun desanya terbilang cukup jauh dari lereng Gunung Merapi, namun kewaspadaan tetap harus ditingkatkan.

"Semoga saja tetap aman ke depannya. Apalagi sekarang suasananya Bulan Ramadhan. Tapi tetap waspada saja," tukasnya. (awa)

Berita

Pengumuman

Link SKPD

instagram takipçi

instagram takipçi beğeni işlemleri

instagram takipçi işlemlerinizi kolay ve güvenilir şekilde sürdürmek istiyorsanız eğer size tavsiyemiz mutlaka bu siteyi kullanınız angel shell