Berita Warga Lereng Merapi yang Mengungsi Sudah Kembali ke Rumah



Posted on: 22 May 2018 Oleh Web Admin

BOYOLALI – Setelah mengalami tiga kali letusan freatik pada Senin (21/5), Gunung Merapi dinaikkan statusnya dari Normal menjadi Waspada. Catatan letusan freatik menurut Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Teknologi (BPPTKG) terjadi pada pukul 01.25 WIB, 09.38 WIB dan 17.50 WIB. Letusan pertama berlangsung selama 19 menit dengan tinggi asap 700 meter dan letusan yang terjadi pukul 09.38 tinggi asap 1200 yang berhembus meter selama 6 menit. Sementara letusan ketiga berlangsung selama 3 menit tanpa bisa dipantau secara visual ketinggian asapnya.

Akibat aktivitas tersebut, ratusan warga Dukuh Stabelan dan Takeran; Desa Tlogolele; Kecamatan Selo mengungsi di Tempat penampungan pengungsi sementara (TPPS) di Desa setempat pada senin malam. Sebanyak 362 jiwa yang mengusngsi dari dua dukuh paling atas di Desa Tlogolele tersebut sudah kembali ke rumahnya masing-masing pada pagi harinya setelah melihat situasi dinilai aman.

"Sudah pada pulang semua mas," kata Widodo, Kepala Desa Tlogolele pada Selasa (22/5) pagi.

Dukuh tersebut menurut Widodo hanya berjarak sekitar 3,5 km dari puncak Merapi. Sebagian besar warga yang mengungsi merupakan warga dari Dukuh Stabelan dan sedikit warga Dukuh Takeran. Meski meletus tiga kali, wilayahnya tidak turun hujan abu akibat beberapa kali letusan freatik gunung Merapi sebelumnya.

Sementara itu Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Boyolali, Purwanto, menjelaskan jumlah warga Desa Tlogolele yang mengungsi sebanyak 362 jiwa. Terdiri dari balita sebanyak 35 orang, lansia 12 orang, anak-anak 39, remaja 41 serta lelaki/perempuan dewasa sebanyak 235 orang.

Berdasar pantauan pada Selasa pagi di TPPS Desa Tlogolele, situasi sangat lengang karena sudah tidak ada warga yang tinggal. Tampak bekas pembakaran pada tungku dan dandang air dari batako berada di luar gedung berukuran 12 x 20 meter tersebut dibiarkan masih tertinggal.

Sementara warga sejumlah dukuh di Tlogolele sudah beraktivitas normal. Warga yang mayoritas petani terlihat berada di ladang seperti mencari rumput, merawat dan memanen sayuran yang menjadi komoditas unggulan di wilayah tersebut. (mjk/dst)

Berita

Pengumuman

Link SKPD