Berita Masyarakat Boyolali Berharap Kelulusan UNBK SMP Lebih Santun Dari SMA/SMK



Posted on: 04 May 2018 Oleh Web Admin

BOYOLALI- Berkaca pada pengumuman hasil Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018 tingkat SMA/ SMK yang dilaksanakan Kamis (3/5/2018) lalu, masyarakat Boyolali berharap hal yang berbeda terjadi pada pengumuman kelulusan UNBK 2018 tingkat SMP. Pasalnya, pengumuman hasil UNBK 2018 jenjang SMA/ SMK disambut dengan konvoi kendaraan bermotor oleh para pelajar yang dinyatakan lulus.

Salah satu warga Desa Tlawong, Widyawati berharap hal yang sama tidak terjadi lagi pada saat pengumuman hasil UNBK 2018 jenjang SMP yang dijadwalkan 23 Mei 2018. Pasalnya selain belum cukup umur untuk mengendarai sepeda motor, menurut Wid, jalan panjang meneruskan pendidikan masih harus ditempuh para siswa jenjang SMP.

"Kemarin pas lulusan SMA/ SMK, konvoi kendaraannya sampai ke jalan-jalan desa. Termasuk di wilayah saya yang suaranya terdengar sangat bising dan mengganggu. Konvoi kendaraan bermotor itu kan gak ada gunanya, luluspun masih harus berjuang untuk mendapatkan sekolah selanjutnya atau pekerjaan. Maka untuk kelulusan SMP saya harap tidak ada yang konvoi," ujarnya, Jumat (4/5/2018).

Hal senada disampaikan Warga Penggung, Boyolali, Fitri Susanti. Menurutnya, konvoi kendaraan bermotor yang dilakukan oleh para siswa hanya membahayakan jiwa mereka saja.

"Sangat membahayakan karena mereka kan rata-rata tidak mengenakan helm, dan mereka sering berkonvoi sambil mencorat-coret baju. Itu kan berbahaya, bisa jatuh," paparnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Boyolali, AKP Marlin Supu Payu mengatakan menindak tegas semua bentuk pelanggaran lalu lintas yang kasat mata. Hal itu diterapkan pada konvoi sepeda motor saat kelulusan SMA lalu.

"Pelanggaran kasat mata kami tindak tegas. Sepeda motor dengan surat tidak lengkap kami amankan dan knalpot (brong) kita tahan, setelah sidang kita kembalikan. Sedangkan anak-anaknya kita kembalikan ke orang tuanya," tegasnya. (awa)

Berita

Pengumuman

Link SKPD