Berita UMS Kirimkan 419 Mahasiswanya KKN Di Boyolali



Posted on: 27 Mar 2018 Oleh Web Admin

BOYOLALI- Universitas Mahasiswanya Surakarta (UMS) mengirimkan 419 mahasiswanya mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di tujuh kecamatan di Boyolali. Peserta KKN dari Fakultas Ilmu Kesehatan dilepas secara resmi oleh Rektor UMS, Prof Sofyan Anif ke tujuh kecamatan yaitu Kecamatan Andong, Ngemplak, Nogosari, Sambi, Karanggede, Sawit, Ampel.

Sofyan mengatakan, untuk mendapatkan sebuah profesi dan menentukan kesuksesan seseorang tidak harus ditentukan dari nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Dalam hal ini, lanjutnya, diperlukan juga soft skill atau lebih dikenal dengan keterampilan sosial, berinteraksi, berkomunikasi hingga kecerdasan emosional.

"Seseorang jika tidak punya pengalaman atau life skill communication, tentu mereka akan sulit berinteraksi dan beraktivitas dalam mengembangkan profesinya ke depan. Dan keterampilan soft skill itu hanya dapat diperoleh lewat kegiatan KKN. Dari program ini, mahasiswa diharapkan mampu belajar mengidentifasi masalah, menemukan solusi yang tepat, hingga membuat program yang bermanfaat untuk masyarakat," ujarnya, Selasa (27/03/2018).

Peserta KKN tersebut terdiri dari empat program studi, yakni Keperawatan, Fisioterapi, Gizi, dan Kesehatan Masyarakat. Mereka akan ditempatkan di tujuh kecamatan di Boyolali. Pelaksanaan KKN yang hanya dua pekan, lanjut Sofyan, tidak sekadar bertujuan untuk mengimplementasikan keilmuan, tetapi juga sarana untuk menginternalisasikan nilai-nilai AIK (Al-Islam dan Kemuhammadiyahan).

"Sebelumnya, mereka telah dibekali mata kuliah AIK selama tiga semester. Dan pelaksanaannya, mereka kerjasama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) atau kecamatan.

Kepala Desa Gombang, Ahmadi Wahyu Wibowo menambahkan, pihaknya menyambut baik kedatangan mahasiswa KKN tersebut di desanya.

"Kami menyambut baik mahasiswa KKN ke desa kami. Dan kami sudah mulai mengajak mereka untuk berbaur dengan warga dan mengenalkan salah satu kesenian kami yaitu ronda thek-thek. Dengan begitu kami bisa sharing untuk bagaimana agar bisa mempercepat mengenalkan Gombang sebagai desa wisata seni. Selain itu juga dilakukan penanganan berbagai masalah yang ada di desa sebagai faktor pendukung menuju tujuan itu," tukasnya. (awa)

Berita

Pengumuman

Link SKPD