Berita PPNI Boyolali Harus Tegakkan Tiga Pilar Kesehatan



Posted on: 18 Mar 2018 Oleh Web Admin

BOYOLALI – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Boyolali saat ini beranggotakan lebih kurang 1.100 orang. Organisasi ini menaungi para perawat sebagai pelaku kesehatan di Boyolali.Seiring dengan bertambahnya jumlah pelayanan kesehatan di Kabupaten Boyolali, anggota PPNI mampu menjadi agen pembaharu kesehatan yang dapat membawa perubahan bagi dunia kesehatan di Kabupaten Boyolali. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali Ratri S Survivalina dalam acara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-44 Keluarga Besar PPNI Kabupaten Boyolali, bertempat di Gedung Panti Marhein Kabupaten Boyolali, pada Minggu (18/3).

“Perubahan yang diharapkan di bidang kesehatan, yakni kita selalu menyesuaikan program kesehatan di Kabupaten Boyolali dengan tiga pilar program Kemeterian Kesehatan (Kemenkes) untuk mewujudkan Indonesia yang sehat,” terang wanita yang akrab disapa Lina ini.

Ketiga pilar program yang dimaksud yakni, pertama melakukan revolusi mental masyarakat agar memiliki kesadaran hidup sehat. pilar tersebut diaplikasikan melalui pendekatan keluarga dan program Gerakan Hidup Sehat (Germas) di Kabupaten Boyolali beberapa waktu yang lalu. Pilar yang kedua yakni penguatan layanan kesehatan hingga daerah pinggiran.

“Dan yang ketiga adalah program Jaminan Kesehatan nasional (JKN). Dimana tiga hal ini harus disadari sebagai salah satu langkah untuk memajukan pelayanan kesehatan di Kabupaten Boyolali,” imbuhnya.

Dilanjutkan olehnya, dalam acara yang mengambil tema “Gerakan Perawat dalam Mendukung Praktek Keperawatan Mandiri” ini juga disinggung mengenai Peraturan Daerah yang mengatur tentang perijinan pelayanan kesehatan di Kabupaten Boyolali. Sehingga pihaknya berharap nanti bisa meningkatkan profesionalitas perawat dalam pelayanan kesehatan.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Boyolali, M. Said Hidayat mengapresiasi atas langkah dan program Dinkes selaku pihak yang menaungi perawat. Menurutnya, dengan beraneka ragam masalah kesehatan di Kabupaten Boyolali, pihaknya menilai sekarang profesi keperawatan semakin maju dengan adanya  perda tersebut, terlebih saat ini telah banyak program studi yang mengakomodir kebutuhan kesehatan masyarakat.

“Tetap bantu pada dokter dalam pelayanan kesehatan untuk menyembuhkan orang sakit dengan ketulusan dan keihlaskan yang dilakukan. Satu semangat untuk bekerja sesuai dengan slogan PPNI Boyolali, Maju Bersama, Sukses Bersama, Kerja Kerja Kerja,” pungkas Wabup Said.

Berita

Pengumuman

Link SKPD