Berita PTSL 2020 : Boyolali Ditarget Petakan 35.000 Bidang



Posted on: 05 Mar 2020 Oleh Web Admin

BOYOLALI - Meski malam hari, suasana nampak berbeda di ruang pelayanan Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Boyolali pada hari Rabu (04/3/2020). Digelar acara sederhana sekaligus penyerahan sertifikat Program Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL) perdana di tahun 2020. Kepala Kantah Kabupaten Boyolali, Kasten Situmorang menjelaskan tujuan penyerahan perdana sertifikat perdana PTSL ini untuk memberikan semangat masyarakat dan tim kerja di instansinya.

Pihaknya yakin akan menyelesaikan serta memenuhi target di Kabupaten Boyolali. Dimana target PTSL untuk pemetaan bidang tanah di Kabupaten Boyolali tahun 2020 oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN sejumlah 35.000 bidang. Sementara berdasarkan Sertipikat Hak Atas Tanah (SHAT) sejumlah 32.750 bidang yang ditarget selesai 20 September 2020. Walaupun berdasarkan data Kantor Pertanahan Kabupaten Boyolali saat ini di Kota Susu hanya tinggal 25.950 bidang yang belum bersertipikat.

"Jumlah bidang tanah di Kabupaten Boyolali sejumlah 671.081 bidang, yang sudah bersertipikat atau terdaftar sejumlah 645.131 bidang atau 96,13 persen. Dan yang belum terdaftar hanya 25.950 bidang atau 3,87 persen," tegas Kasten.

Lebih lanjut Kasten menerangkan dari berbagai bidang tanah yang belum bersertipikat, pihaknya bertekad menuntaskannya. Baik itu sertipikat untuk bidang jalan raya, tanah kas desa dan lapangan olah raga. Hingga saat ini pihaknya akan fokus untuk menata bidang tanah dengan teknologi penentuan koordinat hingga tuntas di tahun 2023.

“Kita perkirakan tahun 2023 Kabupaten Boyolali menjadi kabupaten yang lengkap dan semua terpetakan secara elektronik. Nantinya Boyolali menjadi kabupaten yang lengkap, semua bidang tanah bersertipikat termasuk jalan raya,” ungkapnya.

Warga penerima sertipikat menyambut antusias dan gembira karena telah menerima sertipikat yang mereka impikan berpuluh tahun lamanya. Seperti yang diungkapkan warga Dukuh Pucang; Desa Ngargosari Kecamatan Ampel, Marno usai penyerahan sertipikat.

"Menerima ini sangat bahagia dan bangga karena ini baru pertama kali di Desa Ngargosari ini nama saya bisa tercatum yang perdana di tahun 2020 ini," jelas warga yang menerima sertipikat dengan luas tanah 222 meter persegi ini.

Menuju Kabupaten lengkap, Kantah Boyolali memastikan terpenuhi dahulu desa lengkap. Disinggung mengenai hambatan dalam membuat status desa lengkap, perlu adanya pemetaan secara elektronik dengan menentukan letak sebenarnya (reposisi) pada sertipikat lama yang belum mempunyai titik koordinat.

Di Kabupaten Boyolali ada sebesar 178.720 bidang dengan membutuhkan pembiayaan. Biaya dimaksud diperlukan untuk petugas ukur ke lapangan mengukur dan mengambil titik koordinat sesuai dengan yang ditunjuk oleh pemilik dan bidang yang berbatasan, memetakan secara elektronik, mengentri atau memvalidasi semua buku tanah, surat ukur secara elektronik.

Untuk kelancaran penentuan letak sebenarnya sertipikat lama ini perlu mendapatkan dukungan Pemkab Boyolali berupa pembiayaan sebagaimana yang sudah dilakukan oleh beberapa Pemkab/Pemkot di Provinsi Jawa Tengah dan di Provinsi lainnya.

Dengan terpetakannya seluruh bidang tanah lengkap desa demi desa akan memperoleh banyak keuntungan bagi Pemkab dan masyarakat serta pengusaha. Manfaat tersebut diantaranya meningkatnya pendapatan daerah dari Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), meningkatnya kesejahteraan rakyat, kelancaran informasi layanan pertanahan kepada masyarakat dan dunia usaha secara daring atau online.

Bahkan saat ini Kantah Boyolali sudah memulai layanan Online Hak Tanggungan Elektronik. Untuk itu pihkanya mengimbau kepada seluruh masyarakat, PPAT/Notaris dan perbankan untuk menggunakan aplikasi ini karena dipastikan dalam tujuh hari layanan akan selesai. (dst)

Berita

Pengumuman

Link SKPD

instagram takipçi

instagram takipçi beğeni işlemleri

instagram takipçi işlemlerinizi kolay ve güvenilir şekilde sürdürmek istiyorsanız eğer size tavsiyemiz mutlaka bu siteyi kullanınız angel shell