Berita Tradisi Sedekah Gunung Merapi Cara Mencintai Ibu Pertiwi



Posted on: 01 Sep 2019 Oleh Web Admin

BOYOLALI – Tahun Baru 1441 Hijriyah atau Bulan Suro untuk penanggalan Jawa disambut warga Kecamatan Selo pada Sabtu (31/8/2019) malam dengan menggelar ritual rutin di Joglo I Kawasan Wisata Selo. Ribuan pengunjung ramai berdatangan untuk mengikuti dan menyaksikan prosesi Sedekah Gunung Merapi 2019.

Diungkapkan tokoh adat setempat, Paiman Hadi Martono bahwa acara tersebut merupakan puncak dari berbagai rangkaian yang digelar. Siang hari telah digelar kirab kerbau atau mahesa yang akan dijadikan persembahan dalam sedekah gunung Merapi terlebih dahulu.

"Ini nanti kirab masuk ke Joglo I, disitu ada upacara Sedekah Gunung. Kemudian keluar kirab langsung ke penyerahan kepala kerbau di Joglo II," ujarnya.

Sementara Wakil Bupati (Wabup) Boyolali, M. Said Hidayat merasa bangga dan mengapresiasi agenda resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali ini. Pihaknya menyatakan terdapat filosofi yang terkandung di dalam ritual ini. Filosofi hubungan antar manusia dengan alam yang ditekankan oleh Wabup Said.

“Maka dari itu ayo sama sama rasa cinta alam sekitar ini kita jaga. Bersih lingkungan. Semangat menjaga persatuan dan kesatuan. Semangat mencintai Ibu Pertiwi, mencintai kebudayaan,” tegas Wabup Said.

Akhir dari prosesi sedekah Gunung Merapi ini yakni pelarungan kepala kerbau di kawah puncak Gunung Merapi. Konon hal ini menunjukkan rasa syukur yang mewujudkan hubungan baik dengan manusia dan alam sekitar terutama gunung Merapi yang menjadi keberkahan khususnya warga Selo. 

Usai pemberangkatan larung kepala kerbau, agenda dilanjutkan dengan kegiatan parade kesenian tardisional setempat. (hri)

Berita

Pengumuman

Link SKPD